Aku menemukan replika surga dalam pancaran
matanya, mata yang dengan lembut memandangku. Perlahan dia mulai tersenyum,
sambil tetap berusaha mempertahankan tatapan itu. dan waktu, seolah berhenti.
Memberikan kesempatan kepada kami untuk saling menatap.
Sejujurnya, aku tak mampu melihat mata itu.
ada keraguan yang menjalar dalam hatiku. Aku takut, ini hanya sesaat.
Tuhan, lindungilah hatiku dari cinta yang
menyesatkan. Dari cinta sesaat yang palsu. Dari emosi jiwa yang akupun tak tahu
berasal dari mana.
Kemudian kami tersadar, ada banyak hal yang
harus kami pahami sebelum tatapan itu. suatu saat nanti, saat Allah menghendaki
sebuah kebersamaan.
Akan ada banyak waktu yang bisa kita habiskan
bersama tanpa perlu khawatir. Akan ada lebih banyak waktu untuk kami saling
memikirkan.
Dan kami, harus berpisah saat tatapan itu
mulai mendekat, melekat. Terima kasih tuhan, telah membawakan replika surga
padaku. Padanya, aku menemukan kedamaian.

0 komentar:
Posting Komentar