Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 02 September 2012

Permata hatiku, tentangku..

Kembali aku memulai tulisan dengan pikiran yang sebenarnya buntu. Ya, entah kenapa beberapa hari ini pikiranku selalu buntu. Aku tak dapat menulis apapun. Kata-kata itu tak dapat ku rangkai lagi.

Aku seperti sedang berada tepat diujung jalan yang asing. Aku tak mengenalinya. Sangat asing, entah dimana. Seperti pikiranku yang baru saja menjadi dua puluh tahun.

Seharusnya, saat ini aku menjadi kian bijak dalam menjalani hidup. Dulu, aku iri pada dua puluh tahun. Ketika usia seseorang dianggap menjadi dewasa. Entah dalam hal apa aku pun tak tau. Apakah dewasa dalam berpikir dan bertindak. Atau menjadi semena-mena merasa diri telah menjadi dewasa. Atau, diperbolehkan mendengar, membaca, dan melihat cerita-cerita dewasa. Ah, sebenarnya memang tak ada ukuran usia seseorang untuk dikatakan dewasa.

Namaku Lutfia, lebih lengkapnya Lutfia Ainun Nufus. Aku sangat bangga pada nama itu. nama yang pertama kali diberikan seorang laki-laki dan kupanggil Bapak. Nama yang mungkin hanya satu-satunya. Nama yang memiliki arti indah, seindah do’a yang terdapat didalamnya. Bersama ribuan harapan dan keinginan kedua orang tuaku. Lutfia, berasal dari salah satu nama Allah dalam asmaul husna Luthfi yang berarti penyayang. Namun bisa juga berarti halus, seperti pada kitab Riyadus sholihin. Ainun, yang berarti mata. Dan Nufus, yang berarti jiwa, nafas, hati, diri. Aku sering menerka-nerka do’a yang dipanjatkan oleh kedua orang tuaku melalui nama itu. mungkin, mata hati yang penyayang. Atau mata hati yang halus, halus mata hati. Ah, indah sekali.

Mungkin kalian akan selalu bertanya, mengapa aku memakai nama naluri pada setiap akun jejaring sosial yang ku punya. Bukan berarti aku tak ingin menggunakan nama asliku yang indah. Namun karna aku