Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 26 November 2012

Load Earlier Message...

Satu persatu.. kembali aku buka jendela masa lalu. Tapi itu bukan masa lalu.. entah apa namanya.
Kata demi kata yang terucap meski terbata-bata, dengan jarak yang kemudian menjadi dekat. Dalam setiap rasa yang mulai tumbuh dalam asa. Dalam masa.

Membacanya, sama dengan aku melihat dan mengingat kembali. Ketika aku marah padamu, dan kau meredamnya. Membuat semuanya kembali tenang. Mengembalikan senyumku, merayuku.

Sejak kapan aku menyukai rayuan?

Ketika kita sama-sama tersenyum bahagia, melihatku mulai bercerita. Sementara kau, hanya selalu ingin menjadi pendengar. Keluhanku, manjaku, atau -yang paling kau suka-tertawa-ku. Atau mungkin, diamku.

Sejak kapan aku menjadi diam?

Ketika mendadak kita berubah seperti para remaja yang baru jatuh cinta. Sajak, puisi, kata indah. atau kalimat cinta. Dan di dunia nyata, kita sama-sama tersenyum. Dalam jarak yang kemudian semakin dekat.



Sejak kapan aku menjadi berlebihan?

Ketika kita mulai membicarakan masa depan. Pernikahan, dan kita mulai meributkan soal anak pertama. Lucu ya? Atau meributkan tentang siapa yang akan mencuci baju nantinya. Hihi. Aku mulai tertawa sendiri.

Sejak kapan aku menjadi setengah gila dengan tertawa sendiri?

Ketika kata demi kata terkontaminasi dengan nafsu yang mulai tak terkendali. Disana, kau mulai menciumku. Sebelum aku tidur, dan ketika kau bangun untuk tahajud, atau ketika aku bangun, atau apapun. Memelukku. Ah, semoga ini hanya ungkapan sayangmu.

Sejak kapan?

Ketika kita mulai sama-sama mengingatkan. Untuk menjadi hamba yang lebih taat. Kau mulai menuntunku untuk selalu bersujud di malam hari, meng-awalkan sholat fardu-ku. Untuk mulai memohon tidak hanya dalam do’a, tapi juga dalam dhuha. Untuk mengajakku melantunkan firman-Nya, menelusuri setiap isinya. Untuk menahan lapar dan nafsuku dalam puasa.

Sejak kapan? Tak bisa ku gambarkan kembali. Semuanya telah mengalir. Dan aku mulai senang. Untuk kembali membacanya, mengingatnya, kemudian menuliskanya.

Untuk waktu yang berbatas. Aku ingin semuanya tetap ada. Meski Diam.

Naluricuantiq, 26 Nopember 2012

0 komentar:

Posting Komentar