Aku mencintai cinta yang sederhana
karna dalam kesederhanaan
Semuanya terasa lebih indah
Lebih menenangkan, mendamaikan
Aku mencintaimu dalam marahku,
Dalam hal kecil yang ku jadikan besar
Aku mencintaimu dalam diam,
Dalam Do’a yang kupanjatkan diam-diam
Dalam air mataku yang menetes tanpa sadar
Darimana aku belajar mencintaimu?
Sejak kapan aku mulai puitis mengisahkan
rasaku?
Apakah karna semuanya berjalan dengan
sederhana?
Apakah rasa ini sesaat kemudian menjadikan
sesat?
Seperti yang selalu kita takutkan.
Entahlah,
Aku hanya merasa sedang belajar,
Belajar menjadi hati yang penuh dengan
kepasrahan
Belajar untuk menjadi jiwa yang tetap
terutuhkan
Dan aku, belajar mencintaimu dalam
ketulusan.
Apa yang membuatku selalu menyayangimu?
Ketulusan kasih sayangmu?
Atau, ini hanya hawa nafsu dan egoku?
Apakah ini berlebihan, ketika aku
menyayangimu dan kau menyayangiku?
Apakah kita sedang berada dalam kebutaan?
Sehingga kita tak bisa melihat suatu
kebenaran
Yang terukir jelas dalam firman-firman
tuhan.
Pagi ini kau berkata padaku,
“memang tidak pernah ada pembuktian lain
dalam kasih sayang selain aku menikahimu, mengikatmu dalam suatu ikatan halal
yang penuh dengan do’a dan kebahagiaan”
Ah, rasanya aku selalu merasakan ketulusanmu
dalam nada-nada sederhana yang kau ucapkan, bahkan mungkin tidak ingin kau
ucapkan. Sungguh, aku tak ingin membebanimu dengan semua ego dan inginku. Aku
menyadari, masih banyak hal yang harus kupahami.
Cinta tak pernah gelisah dan menggelisahkan
Aku tak pernah gelisah dalam mencintaimu
Karna ku yakin, kau pun sama.
Mungkin ini seharusnya juga kulakukan pada
sang pencipta cinta
Ah, semoga cintaku padamu tak pernah
sedikitpun menggagu cintaku pada-Nya.
Cintamu telah membuatku terjaga dalam
kesetiaan.
Dalam kepatuhan dan kepasrahan do’a
Dalam rasa yang masih sering kita
pertanyakan, apa ini?
Dalam senyuman yang tersirat dibalik semua
kata yang kau kirimkan padaku
Cintamu, telah mengantarkanku pada
ketundukan
Ketundukan yang senantiasa selalu kita panjatkan
Agar semua mimpi kita menjadi nyata atas
kehendak-Nya
Do’a, sholat, tadarus,
Betapa sering kita melakukan itu
bersama-sama
Dalam jarak yang Allah tetapkan bagi kita
Agar semua pertanyaan kita mendapat
jawaban.
Sayangku, semoga ini bukanlah sebuah
kesesatan yang selalu kita takutkan
Semoga selalu ada Allah dalam setiap rasa
yang kita rasakan

0 komentar:
Posting Komentar