Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 31 Agustus 2012

Aku mencintai cinta yang sederhana
karna dalam kesederhanaan
Semuanya terasa lebih indah
Lebih menenangkan, mendamaikan

Aku mencintaimu dalam marahku,
Dalam hal kecil yang ku jadikan besar
Aku mencintaimu dalam diam,
Dalam Do’a yang kupanjatkan diam-diam
Dalam air mataku yang menetes tanpa sadar

Darimana aku belajar mencintaimu?
Sejak kapan aku mulai puitis mengisahkan rasaku?
Apakah karna semuanya berjalan dengan sederhana?
Apakah rasa ini sesaat kemudian menjadikan sesat?
Seperti yang selalu kita takutkan.

Entahlah,
Aku hanya merasa sedang belajar,
Belajar menjadi hati yang penuh dengan kepasrahan
Belajar untuk menjadi jiwa yang tetap terutuhkan
Dan aku, belajar mencintaimu dalam ketulusan.
Apa yang membuatku selalu menyayangimu?

Kesederhanaanmu mencitaiku?
Ketulusan kasih sayangmu?
Atau, ini hanya hawa nafsu dan egoku?

Apakah ini berlebihan, ketika aku menyayangimu dan kau menyayangiku?
Apakah kita sedang berada dalam kebutaan?
Sehingga kita tak bisa melihat suatu kebenaran
Yang terukir jelas dalam firman-firman tuhan.

Pagi ini kau berkata padaku,
“memang tidak pernah ada pembuktian lain dalam kasih sayang selain aku menikahimu, mengikatmu dalam suatu ikatan halal yang penuh dengan do’a dan kebahagiaan”

Ah, rasanya aku selalu merasakan ketulusanmu dalam nada-nada sederhana yang kau ucapkan, bahkan mungkin tidak ingin kau ucapkan. Sungguh, aku tak ingin membebanimu dengan semua ego dan inginku. Aku menyadari, masih banyak hal yang harus kupahami.

Cinta tak pernah gelisah dan menggelisahkan
Aku tak pernah gelisah dalam mencintaimu
Karna ku yakin, kau pun sama.
Mungkin ini seharusnya juga kulakukan pada sang pencipta cinta
Ah, semoga cintaku padamu tak pernah sedikitpun menggagu cintaku pada-Nya.

Cintamu telah membuatku terjaga dalam kesetiaan.
Dalam kepatuhan dan kepasrahan do’a
Dalam rasa yang masih sering kita pertanyakan, apa ini?
Dalam senyuman yang tersirat dibalik semua kata yang kau kirimkan padaku

Cintamu, telah mengantarkanku pada ketundukan
Ketundukan yang senantiasa selalu  kita panjatkan
Agar semua mimpi kita menjadi nyata atas kehendak-Nya
Do’a, sholat, tadarus,
Betapa sering kita melakukan itu bersama-sama
Dalam jarak yang Allah tetapkan bagi kita
Agar semua pertanyaan kita mendapat jawaban.

Sayangku, semoga ini bukanlah sebuah kesesatan yang selalu kita takutkan
Semoga selalu ada Allah dalam setiap rasa yang kita rasakan

0 komentar:

Posting Komentar