Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 28 Agustus 2012

Aku heran mengapa di dunia ini begitu banyak orang yang terlalu terobsesi untuk hidup senang, padahal sejak kapan senang itu ada... bukankah setelah adanya kesusahan..??

Terkadang, menutup mata raga itu jauh lebih baik dan membiarkan mata hati terbuka lebar-lebar agar kita tahu seberapa besar nikmat yang telah diberikan.

Fokus pada satu titik memang tidak buruk, tapi jika tidak pernah melihat titik-titik lain yang berada disekitarnya akan menjadi sebuah kesalahan. Bukankah kita telah menjadi kufur nikmat dengan tidak mensyukuri nikmat-nikmat lain yang sudah mengelilingi kita.
Ada satu cerita tentang seseorang yang merasa apa yang dilakukanya adalah sebuah kebenaran, tidak ada yang mengerti bahkan tidak ada yang dapat merasakan apa yang sedang dirasakanya.

Memang memberikan beribu pembenaran itu sangat mudah, padahal jelas kebenaran itu hanya satu jika sesuai dengan syari’at-Nya itulah kebenaran.
Setiap jalan yang kita tempuh pasti memiliki resiko, dan jangan pernah bilang kalau kita tidak pernah mempunyai pilihan. Pilihan itu selalu ada, baik atau buruk.
Aku teringat akan pepatah jawa ‘nandur pari-tukul pari-ngunduh pari’
Jika kita memilih sesuatu yang baik, memulai sesuatu dengan kebaikan, selalu akan tumbuh kebaikan, dan akan pula menghasilkan kebaikan. Begitupun sebaliknya, ketika kita memulai semua dengan sebuah ketidak baikan, jangan pernah berharap bahwa semuanya akan menjadi baik.

Sekarang aku mengerti, mengapa Allah tidk pernah memberikan hasil dalam suatu kehidupan. Proses, dan akan tetap menjadi proses. Agar aku senantiasa belajar dari proses, dan tumbuh dalam proses.

Jangan pernah menyesali hidupmu, menyesali sesuatu yang seharusnya kamu syukuri.

Percayalah, Allah itu selalu memberikan yang terbaik di waktu yang terbaik dan dengan jalan yang terbaik. Kuncinya, adalah selalu berbuat baik.

0 komentar:

Posting Komentar